Pernikahan
Ya kata itu indah tuk di bayangkan, menjadi sebuah impian
seseorang yang telah memiliki kekasih apalagi sudah lama mengenalnya.
Tapi semua itu hancur dikala aku menyakiti hati,
membohongi cintanya bukan karena aku
berpaling ataupun berselingkuh dengan pria lain.
Ya impian indah itu hancur karena ke egoisku untuk selalu
bersamanya di saat dia sibuk, gara-gara
semua itu aku selalu marah sehingga aku mencari kesenangan dengan keluargaku. Ya
keluarga tapi aku tak memikirkan perasaan dia yang selalu mencurigai kakak
iparku yang mempunyai niatan jahat
kepada hubungan ku sama dia.
Ternyata firasat dan kecurigaan itu benar hingga suatu saat
kakak iparku mencari celah ataupun kelemahanku. Saat aku mandi entah berapa
kali dia mengintipku saat aku mandi hanya yang ketahuan tiga kali. Tak hanya
itu kakak ipar ku sempat masuk kekamar tidurku saat aku terlelap tidur, entah
apa yang akan dilakukan kakak iparku itu yang jelas saat itu aku terbangun dan
langsung pindah kekamar orang tuaku.
Yang membuat dia marah Walaupun ada kejadian itu tapi aku
tidak berani mengatakan kepada orangtua ataupun kepadanya. Aku hanya diam
membisu seolah olah tidak ada kejadian apa-apa. Saat kejadian itu aku pernah
sempat cerita kepada ibuku tapi ibuku menyuruhku untuk diam. Dan sampai suatu
saat kejadian itu terbongkar dan anehnya orangtua ku tidak memarahi ataupun
menyalahkan kakak iparku malah menyalahkan dia. Dan itulah yang menyebabkan
sampai saat ini dia selalu marah dan entahlah impianku untuk menikah dan hidup
bersamanya akan terwujud atau tidak. Wa allahu ‘alam.