Minggu, 07 September 2014



Pernikahan
Ya kata itu indah tuk di bayangkan, menjadi sebuah impian seseorang yang telah memiliki kekasih apalagi sudah lama mengenalnya.
Tapi semua itu hancur dikala aku menyakiti hati, membohongi  cintanya bukan karena aku berpaling ataupun berselingkuh dengan pria lain.
Ya impian indah itu hancur karena ke egoisku untuk selalu bersamanya di saat dia sibuk,  gara-gara semua itu aku selalu marah sehingga aku mencari kesenangan dengan keluargaku. Ya keluarga tapi aku tak memikirkan perasaan dia yang selalu mencurigai kakak iparku yang mempunyai  niatan jahat kepada hubungan ku sama dia.
Ternyata firasat dan kecurigaan itu benar hingga suatu saat kakak iparku mencari celah ataupun kelemahanku. Saat aku mandi entah berapa kali dia mengintipku saat aku mandi hanya yang ketahuan tiga kali. Tak hanya itu kakak ipar ku sempat masuk kekamar tidurku saat aku terlelap tidur, entah apa yang akan dilakukan kakak iparku itu yang jelas saat itu aku terbangun dan langsung pindah kekamar orang tuaku.
Yang membuat dia marah Walaupun ada kejadian itu tapi aku tidak berani mengatakan kepada orangtua ataupun kepadanya. Aku hanya diam membisu seolah olah tidak ada kejadian apa-apa. Saat kejadian itu aku pernah sempat cerita kepada ibuku tapi ibuku menyuruhku untuk diam. Dan sampai suatu saat kejadian itu terbongkar dan anehnya orangtua ku tidak memarahi ataupun menyalahkan kakak iparku malah menyalahkan dia. Dan itulah yang menyebabkan sampai saat ini dia selalu marah dan entahlah impianku untuk menikah dan hidup bersamanya akan terwujud atau tidak. Wa allahu ‘alam.